Kehilangan Satu Warna Pelangi

December 2nd, 2008

Pelangi
Membuat semua orang terkagum dengan keindahanmu
Membuat orang tak jemu memandangmu
Membuat orang tak henti-henti untuk memujimu
Membuat orang betapa ingin mengenggammu
Membuat orang ingin menjadi salah satu warna diantara warna-warna lain.
Pelangi tercipta dari paduan warna kasih sayang yang begitu indah. Merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Semua warna itu berkombinasi membentuk garis lengkung yang indah. Sungguh, indah sekali. Mahasuci Allah yang menciptakan keindahan di alam semesta ini.
Pelangi hadir disaat orang merindu. Disaat orang-orang resah dengan ketidakpatian. Pelangi hadir karena dispersi cahaya dengan rintikan hujan. Ketika hujan reda, pelangi menghiasi langit dan membentangkan sayap malaikatnya kala itu.
Indah, semua orang pasti akan berkata seperti itu. Pelangi memang tampak indah jika semua warnyanya lengkap. Jika satu saja warna pelangi itu tidak ada, pasti pelangi kurang indah dan sempurna.
Ya, kami (baca: Kominfo 89) kehilangan satu warna pelangi. Warna yang senantiasa menghiasi langit-langit cahaya mimpi kami. Entah kemana? Kami juga seakan tak paham kenapa ia hilang. Apakah ia telah jemu karena selalu beriringan dengan warna lainnya? Atau ia pergi untuk menjadi warna yang lebih indah? Kemudian, Ia balik lagi dan akan menambah keindahan. Saat ini, kami (kominfo) tak lagi memiliki dua belas warna lagi. Satu warna telah memutuskan untuk melepas ikatan rantai yang telah kita buat. Warna itu bernama Melz. Ia adalah warna merah muda. Warna yang mencerminkan keceriaan dan kebahagiaan.
Warna itu sangat kami butuhkan. Karena warna itulah kami bisa tersenyum, tertawa dan bahagia. Tapi ternyata takdir bicara lain. Sepertinya, telah menjadi garis kehidupan bahwa ia harus meninggalkan kita. Ia harus terbang dengan sayap cahaya yang ia miliki. Terbang tinggi menggapai mimpi-mimpinya.
Awalnya, aku tidak terima dengan keputusan ini. Kukatakan ini adalah keputusan yang sulit untuk diterima. Bagaimana tidak? Hati-hati kita telah menyatu dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Tiba-tiba, ada yang berubah. Kita tidak lagi utuh. Semuanya telah berubah.
Sekarang, aku telah paham. Bahwasanya, hidup itu adalah rangkaian cerita yang telah diatur oleh Allah. Daun-daun yang berguguran tidak akan luput dari pantauan Allah. Bahkan, debu-debu yang berterbangan di padang pasir tidak lepas dari kekeuasaan Allah. Lalu apa lagi?
Ya, semuanya telah diatur oleh Allah. Allah-lah yang mengarahkan jalan hidup hamba-hamba-Nya. Begitu juga dengan pilihan hidup. Pasti Allah telah tahu apa yang harus kita pilih. Teh Melz, telah memilih untuk keluar dari BEM dan Kominfo. Alasannya adalah karena ia harus menentukan pilhan hidup yang terbaik untuknya. Semua orang punya tujuan hidup bro!
“Melz, bulan Januari harus kost di Jakarta karena Melz job-training di PT. Astra selama dua bulan. Artinya, Melz gak bisa ikut BEM lagi. Melz memutuskan untuk resign dari BEM Dan Kominfo. Ini pilihan yang sulit. Tapi itu adalah pilihan Melz.” Begitulah penuturan yang teh Melz sampaikan pada rapat sore ini. Semua racuners tampak sendu saat itu. Aku tak tahu apa yang ada di benak meraka. Tapi aku yakin, merasa pasti merasa kehilangan. Kehilangan sosok teman, saudara dan partner yang hebat sperti teh Melz. Aku yakin, mereka akan merindukan tawa dan canda yang mengucur dari bibir teh Melz. Ya, pasti itu yang ia rindukan. Bagiku sendiri, aku tidak akan melihat keceriaan yang senantiasa membias dari wajah lucunya.
Memang berat. Tapi itulah pilihan hidup. Semua akan selalu ada konsekuensinya. Lalu bagaiman kita menyikapinya? Cara terbaik menyikapinya adalah dengan berusaha memahaminya. Teman-teman Kominfo memahami itu semua. Kedewasaan adalah modal utama meraka menerima ini semua. Mereka berlapang dada untuk melepaskan teman/partner terbaik mereka. Kedepannya, hari-hari akan dilalui tanpa canda teh Melz. Berapa lama? Aku tak bisa memprediksikannya. Tapi yang jelas pasti akan lama.
Kata Indra: “Teh, maafkan jika selama ini saya ada salah. Saya akan berusaha membanggakan teh Melz”
Kata Sai: “Semoga teh Melz sukses dengan pilihannya” Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Itulah hidup!
Kata Ucie: “Melz, akan selalu ada”
Kata Cagie: “Kita aka merindukan teh Melz”
Kata Ali: “Semoga Sukses”
Kata Adit: “Sulit, tapi itulah hidup”
Kata Diesta: “Pastinya, kita akan merindukan teh Melz”
Teman, apapun yang terjadi, kita tetap satu. Persahabatan kita sangat indah. Semoga suatu saat kita bertemu lagi. Bersuka ria bersama di dimensi yang berbeda. Aku yakin akan ada pertemuan yang tak terduga di lain waktu.
Tetap semangad. Ikhals dan senaglah… itulah modal kita Rangers. Biarkan cerita kita menjadi pelangi yang membias di sudut sore itu. Kala langit merona, saksikanlah bahwa kita akan selalu mengharu biru dan saling merindukan.
“Where There Is A Will, There Is A Way”
Malam berkabut, 02 Desember 2008.
21.45
n_n

Bookmark and Share
The End

Kerikil Itu, Pernah Menusuk Hati

November 28th, 2008 Tagged

Sedih, bila kuingat pertengkaran itu
Membuat jarak antara kita
Mungkin karena egoku, mungkin karena egomu
Maaf aku buat begini, maaf aku begini
Bila ingat kembali janji persahabatan kita
Takkan mau berpisah karena ini..
Pertengkaan kecil kemarin
Cukup jadi lembaran hikmah
Karena aku ingin dekat sahabatku…
(Pertengkaran Kecil, By_Edcoustic)
Sejenak kita pahami lirik lagu di atas,, sungguh, setiap rangkaian katanya menyimpan makna yang begitu dalam. Huruf-huruf di atas seolah terdiam membisu karena sedih dengan rintihan suara hati seseorang.
Sedih karena pertengkaran kecil mewarnai persahabatan. Sedih, karena ia tak lagi menemukan tawa canda dengan sahabat. Semua kenangan manis dengan sahabat tentunya menjadi catatan yang begitu indah untuk dikenang. Dulu, itu dulu.. semuanya telah berubah. Wallahualam.. hanya Allah yang bisa membolak-balikan hati hamba-hamba-Nya.
Teman, Saudaraku…
Pernah kau merasakan hal yang sama dengan kejadian di atas. Aku yakin, engkau pernah merasakan itu. Tidak tahu, sekali, dua kali, atau malah terlalu sering. Apa yang kau rasakan? Marah? Sedih? Pilu? Ataukah kau menyesalkan banyak hal? Mungkin hatimu tidak terima dengan kondisi yang tengah terjadi. Pastinya, banyak harapan yang ingin kau sematkan pada sahabatmu. Mungkin, kau menginginkan sahabat yang memahami dirimu. Mungkin kau menginginkan sahabat yang senantiasa mengingatkan dalam kebajikan. Bukankah dalam Al-Qur’an telah jelas Allah berkata:
“Demi Masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman, yang beramal shaleh, yang saling menasehati dengan kebajikan dan saling menasehati dalam kesabaran.”
Begitulah teman. Allah telah mengatur bagaimana hubungan kita dengan sahabat (saudara) kita. Apalagi yang kau risaukan. Jika kau telah memenuhi hak saudaramu, yakinlah ketentraman itu akan selalu memeluk hatimu. Surat Al-Ashr, adalah representative bagaimana peran kita sebagai seorang yang mengaku beriman. Berat! Kufikir memang berat menjalani itu semua. Tapi yakinlah, tidak ada kata berat, jika kita memahami betul makna surat tersebut.
Kadang, ketika kita berusaha melakukan yang terbaik untuk saudara kita. Ia (baca:saudara) tidak memberikan respon yang baik kepada kita. Tak jarang, ia malah tidakmenghargai nasehat kita. Padahal, cara-cara ahsan sudah kita tempuh. Tapi tetap. Ia tidak menghargai usaha kita. Apa yang kau rasakan saat itu? Mungkin kau kesal dan menganggap ia terlalu egois. Aku fikir, wajar hal itu terjadi pada dirimu. Akupun pernah merasakan itu. Ketika niatku hanya untuk menasehati saudaraku, tapi apa yang kudapat? Acuh dan ketus.
Lalu apa yang terjadi? Pastinya, ada kerikil pertengkaran yang menusuk hatimu saat itu. Kerikil itu semakin tajam menusuk hatimu bahkan sangat dalam. Kemudian, pertengkaran kecilpun tak bisa dielakkan. Hubungan persaudaraanmu dengan sahabatmu jadi dingin. Mungkin lebih dingin dari air yang ada di lemari pendingin yang bersuhu di bawah 00. Selanjutnya, hari-hari persaudaraan semakin beku. Hari-hari indah yang terajut dulu, hanya tinggal kenangan semata. Semua telah terkubur dan menjadi buih yang tak berguna. Nau’dzubillah,, mungkin itu yang saat ini kau rasakan. Atau itu juga kuarasakan?
Teman, bukan hendak mengguruimu, aku begitu paham dengan apa yang kau rasakan saat ini. Aku katakan, aku juga pernah mengalami hal yang sama denganmu. Lalu, apakah kau akan membiarkan kondisi ini? Sampai kapan? Sampai saudaramu pergi untuk selama-lamanya dalam hidupmu? Tidak!!! Aku yakin kau tak menginginkan hal ini terjadi padamu. Sedih rasanya, jika kita kehilangan orang yang kita cintai.
Teman, jika saudaramu itu pergi untuk selama-lamanya, dan kau belum sempat baikan sama dia, apakah kau tak menyesal? Teman, Aku tak hendak menyalahkanmu atau ingin membela saudaramu yang menyakiti perasaanmu. Teman, pertengkaran kecil antara dirimu dan dia, itu wajar. Bahkan sudah sunatullah. Allah telah mengatur ini semua teman. Bukankah daun kering yang jatuh dari ranting tak luput dari pantauan Allah? Bukankah debu pasir yang berterbangan di padang gurun juga tak luput dari pantauan Allah? Jadi, apa yang harus kau risaukan teman. Aku yakin, ini adalah salah satu scenario yan dibikin Allah untuk hamba-hamba-Nya. Allah ingin mengetahui sejauh mana rasa cintamu pada saudaramu. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa orang beriman itu saling benci dan cinta karena Allah. Semua karena Allah, teman. Cintailah saudaramu karena Allah, maka itu adalah salah satu bentuk kecintaanmu pada-Nya.
Sekarang, bagaimana perasaanmu? Masih adakah kerikil itu? Jika sudah tidak ada, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu, Allah. bersyukurlah bahwa Allah telah mengarahkan hatimu menuju cahaya kebenaran. Jika belum. Perbanyaklah berdoa dan beristighfar pada-Nya. Sekali lagi kukatakan, hanya Allah-lah yang bisa membolak-balikkan hati hamba-hamba-Nya.
“Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama-Nya. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Ia mengenalimu di waktu susah. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan musibah yang menimpamu belum tentu akibibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagian beserta kedudukan, dan setiap keselulitan ada kemudahan” (H.R Tirmidzi).
Teman, jika kau masih sulit untuk melupakan pertengkaran kecil ini, maka berdoalah kepada Rabb yang jiwamu berada digenggaman-Nya. Pahamilah saudaramu, dan renungkanlah. Jadikan saat-saat seperti ini sebagai momentum untuk perenungan. Insya Allah dengan rahmat-Nya, kau akan sadar betapa ia merindukan saat seperti dulu dan kau akan semakin bijak memahami makna persaudaraan.
Persaudaraan harus saling memahami teman. Jika saudaramu pernah melukai hatimu, maafkanlah. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, teman. Kesempurnaan hanya milik Allah. sekarang, pejamkan matamu, dengarkan suara hatimu. Suara hatimu berbisik “betapa aku merindukan saat itu. Tawa dan canda yang pernah menjadi kanvas melukiskan betapa indahnya persaudaraan itu”. Rasakanlah cinta hakiki itu teman. Setelah kau sedikit tenang, maka azamkan (tekadkan) bahwa kau ingin mengakhiri pertengkaran kecil ini. Cukup! Sekarang, temuilah saudaramu. jabat tangannya, dan peluklah ia. Seraya berkata “Aku mencintaimu karena Allah, saudaraku”. Kata-kata itu sering diucapkan oleh sahabat-sahabat Rasul tersebut, akan mampu meluluh-lantakkan semua duri yang ada di hatimu.
Teman, mungkin hanya itu yang bisa kubantu. Maaf jika aku terlalu mengguruimu. Sungguh, tak ada niat apapun, selain hanyan mengharapkan cinta-Nya. Semoga tulisan yang kuketik di waktu Duha ini bermanfaat untukmu.
Barakallahu fika, Afwan jidan atas khilafku. Aku cintamu karena Allah. semoga kelak kita dipertemukan lagi di syurga-Nya. Amin, amin ya rabbilalamin. Wasalam
Mahfud Achyar,
Bumi Allah, 27 November 2008. 10:06 PM.

Bookmark and Share
The End

JENUH

November 25th, 2008

Dugh!!! Kenapa ya?? Rasanya belakangan ini, gw serasa menjadi orang yang aneh dan agak cepat tersinggung. Gak tau juga, belakangan ini gw ngerasa jenuh dengan semuanya. Gw jenuh dengan rutinitas gw. Kuliah, rapat, dlll. Rasanya gw pengen sendiri. Merenungi makna kehidupan gw. Kadang gw mikir, kenapa gw gak bisa menjadi orang yang dapet hidup sesuai dengan yang gw inginin. Gw pengen banget hidup damai dan bisa menjadi orang yang bermanfaat. Kadang gw mikir, bisa gak ya,, gw bikin rumah di atas langit. Mungkin di atas sana, ada negri yang lebih jujur. Setidaknya, gw butuh orang yang memahami gw dan jujur menilai, apapun itu.
Kenapa ya,, banyak orang nilai orang dari luarnya saja. Ngaku kenal, ngaku sodara, tapi kenyataannya mereka gak paham dan gak kenal gw. Gw kadang kesel banget ama penilaian mereka. Mereka begitu naif dan gw bilang, mereka gak tau gw. Hanya gw dan Allah yang tahu bagaimana gw sebenarnya. Dibalik canda tawa yang sering meluncur dari bibir ini, gw meresahkan dan memikirkan banyak hal. Gw gak terima kalo ada yang bilang gw gak kurang paham akan hidup. Menurut mereka, apa makna hidup. Jangan menjadi orang yang paling ngerti tentang hidup deh.
Pengen banget gw numpahin semua kesal ini… tapi gak,, gw yakin Allah-lah yang lebih kenal gw.. semoga gw diberikan kesabaran menjalani kejenuhan ini.
Kenapa banyak orang hanya bisa nuntut??!! Tanpa paham siapa yang ia tuntut?
Kenapa kejenuhan dan kebencian mulai merasuk di benak ini.
Rasa cinta, kasih sayang, perlahan memudar pada mereka. Aku tak tahu apa maksud dibalik ini semua. Tapi yang jelas, ada fase yang harus kulalui. Ikhlaslah.. (25/11/08)

Bookmark and Share
The End

Seleksi calon siswa School of Leader Kema Unpad meliputi 2 tahap yakni seleksi tulis dan seleksi administrasi

November 21st, 2008

Seleksi calon siswa School of Leader Kema Unpad meliputi 2 tahap yakni seleksi tulis dan seleksi administrasi

Seleksi tulis membuat 2 essay : analisis kritis terhadap penerapan sistem Badan Layanan Umum di Unpad dan analisis kritis terhadap Pemilu Presiden 2009

Essay Analisis Kritis penerapan sistem BLU di Unpad yang dibuat harus meliputi unsur 5 W+1H, yaitu Apa itu BLU, Kapan Unpad mulai menerapkan sistem BLU, di universitas mana saja sistem BLU sudah diterapkan, Siapa saja yang terkena dampak penerapan sistem BLU di Unpad, Mengapa Unpad menerapkan sistem BLU, Bagaimana dampak positif dan Negatif penerapan sistem BLU di Unpad

Essay Analisis Kritis Pemilu Presiden 2009 yang dibuat harus meliputi unsur 5 W+1H, yaitu Apa itu Pemilu Presiden 2009, Kapan Indonesia mulai menerapkan sistem Pemilu untuk Pemilihan Presiden, Di negara mana saja sistem Pemilu untuk Pemilihan Presiden sudah diterapkan, Siapa saja yang berhak menjadi pemilih dalam Pemilu untuk Pemilihan Presiden, Mengapa Indonesia menerapkan sistem Pemilu untuk pemilihan Presiden, Bagaimana dampak positif dan Negatif Pemilu untuk pemilihan Presiden

Analisis kritis yang dibuat harus berdasarkan data dan fakta di lapangan. Anda WAJIB mencantumkan nara sumber essay (dihalaman paling belakang buat daftar pustaka yang memuat nara sumber buku, artikel media, atau alamat website)

Essay dilengkapi dengan identitas calon peserta School of Leader, Nama, NPM, Fakultas, Angkatan, No HP yang bisa dihubungi. Jumlah halaman essay tidak dibatasi. Essay diketik dengan Times New Roman font 12 spasi 1,5

Seleksi administrasi meliputi surat keterangan atau fotokopi sertifikat bukti kepesertaan PMB/PAM/PAB, Mabim, dan LDKO/LKM tingkat dasar di Fakultas, Fotokopi KTM, surat delegasi untuk menjadi calon peserta School of Leader Kema Unpad yang ditandatangai oleh ketua BEM/Sema fakultas, Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar (hitam putih dan atau berwarna)

Persyaratan administrasi dan Essay dikumpulkan paling lambat hari Senin 24 November 2008 pukul 17.00 di Sekretariat BEM Kema Unpad

Contact Person : Abdul (022-92899824), Ihsan (085694488860)

Bookmark and Share
The End

“Peran Mahasiswa dalam Organisasi Kemahasiswaan”

November 21st, 2008

Ketika mendengar kata mahasiswa, hal yang terfikir adalah bahwa mahasiswa merupakan salah satu lapisan masyarakat yang diidentik dengan intelektual yang cerdas, pola fikir yang kritis dan semangat perubahan yang hebat. Rasanya paradigma yang seperti itu perlu dipertahankan agar citra mahasiswa tetap menjadi pioneer dalam setiap perubahan. Tentunya perubahan yang lebih baik. tapi terkadang pioneer tersebut menjadi tak tumbuh karena ada hal yang menghambatnya. Mahasiswa terkadang sulit mengaktualisasikan perannya sebagaimana mestinya. Ada beberapa faktor yang menghambat itu semua. Diantaranya mahasiswa telah terdoktrin menjadi mahasiswa yang kaku dengan sistem pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah. Mahasiswa terdoktrin karena paradigma klasik bagaimana itu kuliah. Dampak dari doktrin-doktrin tersebut melahirkan tipe mahasiswa yang pasif. Pasif dalam artian mereka kurang peka terhadap berbagai masalah yang terjadi disekitarnya. Baik itu dilingkungan kampus, masyarakat dan negara. Tentunya fenomena ini akan mematahkan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang terjadi disekitarnya. Mereka akan beranggapan bahwa apapun yang terjadi diluar sana bukanlah sesuatu yang penting. Makanya perlu sekali memupuk kembali kesadaran mahasiswa tentang peran sesungguhnya sebagai civitas akademika.

Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki indeks prestasi yang bagus. Lebih dari itu mahasiswa dituntut menjadi kupu-kupu yang indah yang nantinya terbang dengan sayap yang menarik hati dan rupa yang menawan. Mahasiswa nanti akan terjun dalam lingkungan masyarakat. Makanya perlu proses pematangan terlebih dahulu. Kampus merupakan miniatur yang membantu pematangan tersebut. Kenapa? Karena banyak hal yang dapat kita pelajari dikampus. Tidak hanya sekedar mata kuliah dengan ratusan sks yang harus dilunasi. Tetapi juga proses pembelajaran menjadi manusia yang peduli terhadap lingungan sekitar, tidak apatis dan menjadi mahasiswa yang kritis. Kalau bicara peran mahasiswa itu berarti kita bicara sebuah mimpi. Karena ketika mahasiswa telah memainkan perannya sebagaimana mestinya maka mimpi sebagai agent of change akan terwujud tanpa disadari. Tidak gampang untuk memainkan peran tersebut. Mahasiswa harus memiliki sifat open mind, berwawasan luas, independent, dan kritis. Jika sifat itu telah ada dalam diri mahasiswa maka perubahan itu akan datang.

Kampus itu ibarat negara kecil. Disana ada yang memegang kekuasaan, ada yang mengontrol kekuasaan dan ada pemikir-pemikir untuk peubahan. Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting di negara kecil itu. Mahasiswa adalah pemikir-pemikir perubahan yang bergerak tanpa imbalan. Berjuang ikhlas tanpa pujian. pepatah cina mengatakan “gunung yang besar itu terdiri dari kerikil-kerikil yang kecil. Langkah yang besar dimulai dari langkah yang kecil” . mahasiswa adalah langkah-langkah kecil itu. Langkah kecil yang akan menjadi impian yang hebat.

Untuk memainkan peran mahasiswa sebagai pioneer perubahan maka perlu wadah yang akan melatih kematangan peran mahasiswa. Lalu apa wadah itu? Wadahnya adalah organisasi. Kenapa organisasi? Karena di organisasi melatih kita untuk merancanakan kebaikan, melatih kita menjadi pemikir yang hebat dan melatih kita untuk menjadi paramecium yang hebat. Seorang filosof berkata bahwa paramecium itu begitu mulia. Ia mampu menjernihkan air yang kotor sekalipun. Ia mampu memberikan kebeningan ketika lingkungannyatelah buruk. Peranan mahasiswa begitu banyak dalam oraganisasi kemahasiswaan. Mahasiswa adalah motor penggerak perubahan yang akan menentukan alur kemajuan yang mereka impikan. Mahasiswa adalah sebagai pengontrol setiap tindakan yang kurang tepat dari kebijakan-kebijakan penguasa. Mahasiswa yang merangkai mimpi-mimpi kebaikan. Karena hidup itu bicara kebaikan. Mahasiswa merajut kebaikan dengan peran tulusnya sebagai penggerak. Melangkah bersama. Berjuang untuk perubahan yang lebih baik. mahasiswa selalu berkata “where there is a will, there is a way”. Mahasiswa tetap tegar ketika perjuangan mereka dicibir. Mahasiswa tetap tersenyum walau pahit ketika mereka telah lelah dengan perjuangan itu. Hidup mahasiswa!!!!!!

Bookmark and Share
The End

Teruntukmu,,

November 21st, 2008

Teruntukmu, Saudaraku

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mi, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji serta untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatab pertaliannya, Ya Allah, abadikanlah kasih sayang-nya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan keindahan iman dan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat serta salam tersurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya. (Do’a Rabithah)

Assalamualaikum Akhi…

Apa kabar dirimu di sana? Kudoakan semoga dirimu, selalu dalam lindungan-Nya. Amin. Akhi, maafkan aku telah menulis ini. Bukan karena aku kecewa padamu, bukan! Tapi karena aku hanya ingin menasehati diriku. Mungkin saja, ini sebagaievaluasi untukku. Maafkan rangkaian kata yang telah menusuk bathinmu.

Akhi, dulu kulihat senyum tulus senantiasa mengambang di bibirmu

Sekarang, kau tampak enggan untuk tersenyum

Akhi, dulu dirimu senantiasa menasehatiku dalam kebaikan

Sekarang, kau sepertinya tak ingatkanku ketika kulupa pada-Nya

Akhi, dulu kau akan membuka sebuah perbincangan dengan kata yang manis

Sekarang, kau membuka perbincangan dengan lelucon yang tidak penting

Akhi, dulu kau senantiasa menanyakan kabar keimananku

Sekarang, kau tanyakan kenapa diriku begini dan begitu

Akhi, dulu kau ulurkan tanganmu ketika kujatuh

Sekarang, kau tampak enggan untuk itu

Akhi, dulu kita berjabat tangan sebagai tanda ukhuwah kita

Sekarang, kau lepaskan itu semua

Akhi, dulu kita senantiasa menanyakan kabar

Sekarang, kau tampak beku

Akhi, dulu kau sengat mengerti bagaimana aku

Sekarang, sepertinya kau baru mengenal diriku

Akhi, dulu kata-kata bijak sering kau ucapkan

Sekarang, diam dan tak bersuara

Akhi, dulu kau paham betul sifatku

Sekarang, kau tidak mengerti

Akhi, maafkan aku jika ini menyinggung perasaanmu, semoga ini bisa menjadi evaluasi untuk diri kita. Satu harapanku, tetaplah menjadi dirimu.

Jatinangor, 22/11/08 05:33 pm

Bookmark and Share
The End

“ABON” yang MENYEBALKAN!

November 8th, 2008

SORE itu, cuaca tampak berkabut di Jatinangor. Maklumlah, jika turun hujan, maka Jatinagor akan menampakan keeksotisannya.

Jam telah menunjukkan pukul  5.30 sore. Gerimis masih berjatuhan dari atas langit. Aku masih di sekre bem. Hari itu, aku ke sekre untuk membicarakan persiapan lomba masak pada hari minggu. Beberapa menit  kemudian, teh wenty mengajakku pulang sembari menemaninya  ke Griya untuk membeli perlengkapan masak. Kami naik angkot ke Griya. Sesampai disana, kamipun mencari bahan-bahan yang dibutuhkan. Aku mencari makanan untuk di kostan. Di pojok rak makanan, mata ini tertuju pada Abon. Aku bergumam dalam hati wah abon! Beli abon ah.. kulihat harganya, ternyata 4ribuan. Setelah selesai belanja. Sekarang giliran untuk membayar belanjaan. Di depan kasir, aku mengeluarkan uang sebesar 20ribu. Kemudian kasirnya bilang mas, belanjanya  41ribu..

hah!!!! 41 ribu??????????? Kok bisa!!

Tapi saat itu, aku langsung bayar tagihan si kasir. Dengan senang hati aku mengeluarkan uang 50ribu dari dompetku. Setelah keluar dari griya, barulah memuncak kekesalanku.

gila!! harga abonnya 40ribu??!!! Kalo tau gini, kenapa gw beli abon??! Mending gw beli buku! Lebih bermanfaat!! Oh, no! Kaga mungkin gw ngeluarin duti hanya untuk abon ini. Uggghhh,, abon yang menyebalkan. Gw bodo banget!! Kenapa gak  ngeliat harganya!!! Pokoknya gw keseeeeellll…..

Dengan keamarahan yang teramat sangat, aku bilang kebodohan itu pada teh wenty. Untuk ia ngerti and gak nyalahin aku. Tapi tetap aja gw ngerasa bodoh banget saat itu. Duit 40rb bisa ku pake buat yang lebih penting!!! Dasar abon!! Gw laper mata banget!!

Sepanjang perjalanan pulang, aku terus menggerutu. Kesel banget! Trus, teh wenty berkata:

abonnya, aku yang beli aja ya??

hah! Teh wenty serius!

iya, buat sahur

Dengan berat hati dan rasa bersalah, akhirnya abon itu ku jual sama teh wenty.

Kesimpulannya: walo gw udah nge-jual abon 40rb tadi.. tapi tetep aje gw kesel!! Gak enak banget sama teh wenty.. duh, maksih ya teh. Hatur nuhun!!

Pelajaran ke 11: TELITI DULU SEBELUM BELANJA!! JANGAN ASAL LAPER MATA!!

 

 

Bookmark and Share
The End

Terkadang, Aku ingin Ia kembali

November 8th, 2008

Wahai hidupku

Apakah yang kau pinta dariku

Seringkali kau bertanya padaku

Padahal aku tak tahu

Belakangan ini, fikirku tak tahu menerawang kemana. Resah dan gelisah. Banyak yang harus kufikirkan. Entahlah, aku ingin otak ini berhenti sejenak. Kadang aku merasa menjadi orang yang aneh. Bahkan terlalu aneh! Hidupku biasa! Sama dengan kebanyakan orang. Tapi dilain sisi, aku merasa kangen dengan seseorang. Aku rindu pada temanku, wahyu. Ya Allah, belakangan ini, dia sering hadir dalam mimpiku. Aku tak tahu maksud ini semua. Kami bisa berkomunikasi di alam sana. Bahkan terasa begitu nyata. Aku bisa melihat ia tertawa, dan melihat ia berjuang menggapai mimpi-mimpinya. Dia orang yang hebat. Jujur, aku kagum dengan semangatnya. Bila ku ingat, dulu di SMP, ia pernah menulis kata-kata motivasi di tembok kelas. Aku duduk di sampingnya. Kata-katanya kalau tidak salah i want to change this world… kurang lebih seperti itu. Aku yakin, itu adalah rangkaian mimpi yang ia tulis dan sekarang  rangkaian mimpi itu telah terkubur. Ia telah bahagia di alam sana. Ya Allah, apa yang sedang dilakukan sahabatku disana? Ku harap ia bahagia disana. Wahai malaikat! Bisakah kau sampaikan salam rinduku padanya. Aku ingin mendengar ceritanya.  Dimensi telah memisahkan kita. Kita berada di dimensi yang berbeda. Alhamdulillah, aku masih bertemu dengannya di dalam mimpi. Walau hanya dalam mimpi, tapi bagiku itu lebih dari cukup. Aku merindukan saat itu. Saat dimana pertengkaran kecil diantara kita, saat dimana aku dulu sering nebeng pulang dengan sepeda milikmu, saat dimana kita saling berbagi ilmu, saat dimana kita saling menasehati, saat kita saling berbagi dan saat kita saling mengharu. Indah! Kufikir saat-saat adalah rajutan cerita yang begitu manis. Banyak hal yang ingin kutuntut. Tapi semua itu hanya tinggal kenangan di dalam hati ini. Jangan takut teman, esok pasti kita kan bertemu lagi. Ya Allah, jagalah temanku, berikan tempat terbaik untuknya.  

Malam kan merangkai mimpi

Esok mimpi itu nyata

Saat ku disini terdiam

Ku yakin kan ada pertemuan disana

                                                        Untuk sahabatku disana                     

Tunggulah pertemuan itu.

                                                                             

                                                                              Jatinangor, (09/11/08): 22:28

 

Bookmark and Share
The End

“Perjalanan Mudik Ke Pariaman”

October 21st, 2008

Jumat, (19/09/08)­­­______ hari ini mentari bersinar dengan cerahnya. Burung-burung berkicau menyambut pagi di bulan Ramadhan dengan riang. Pagi ini begitu membahagiakan bagi diriku. Bagaimana tidak? Hari ini aku akan mudik ke kota asal ku Pariaman, Padang. Tak mampu ku mengungkapkan betapa senangnya aku saat itu.  Aku sangat merindukan kotaku itu. Berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang disana. Sudah satu tahun aku tidak berlebaran di kampungku. Tahun lalu, aku harus menghabiskan waktu lebaran di Jakarta bersama kakakku. Sekarang, Alhamdulillah aku diberikan kesempatan berlebaran di bersama keluargaku.

Awalnya, aku tak terlalu berniat mudik ke Pariaman. Tapi kerena teman-temanku banyak yang mudik, maka kuputuskan untuk mudik juga.  Aku bingung harus pulang sama siapa dan menggunakan apa! Kemudian, salah seorang saudaraku mengajakku pulang pakai bis. Saudaraku itu bernama Ireng. “Yar, mo gak pulang bareng ana? Pakai bus dari Jogja sama teman-teman disana. Gimana? Mau nggak?”.  Tanpa fikir panjang langsung saja ku terima ajakan Ireng.                  

Beberapa hari kemudian entah kenapa tiba-tiba Ireng berubah fikiran. Ia berkata “Yar, kayaknya kita pulang ke Pariamannya dari Bandung aja ya.. soalnya tiket busnya mahal banget!! 450.000 ribu! Mending sekarang kita cari tiket dari Bandung yang lebih murah! Menurut ente gimana?”. Mendengar alasan yang cukup logis tersebut, maka aku-pun setuju untuk pulang dari Bandung saja. Esoknya, kita pergi ke terminal Leuwi Panjang untuk mencari harga tiket. Alhamdulillah, kami mendapatkan harga tiket yang murah dengan fasilitas AC dan toilet seharga 285.000 rupiah. Waw! Aku senang sekali. Aku bergumam dalam hati “ya Allah, Alhamdulillah aku diberikan kemudahan oleh-Mu. Terima kasih ya Allah….”. Menjelang mudik, aku  membuat daftar oleh-oleh yang akan ku bawa pulang. Diantaranya: baju kaos buat Kakak dan Adiku, makanan khas Bandung, buku-buku, dan buah-buahan. Pas H-2 mau mudik, Ireng menelponku. Ia berkata bahwa ia tidak jadi mudik pakai bus. Ia memutuskan mudik menggunakan pesawat. Aku terdiam! Yang terfikir dibenakku saat itu adalah aku tak jadi pulang! Pupuslah harapan untuk berlebaran bersama sanak saudara di kampung. Aku tak mungkin pulang pakai pesawat. Menurutku tiket pesawat terlalu mahal! Aku juga tidak ingin pulang sendiri pakai bus. Sendirian pakai bus? Oh tidak!! Pasti akan sangat membosankan! Aku tak terlalu bersemangat lagi untuk pulang ke kota asalku. Biarlah aku berlebaran di Jakarta bersama kakak-kakakku. Ku rasa berlebaran di Jakarta cukup menyenangkan! Tapi ternyata, aku tak bisa memungkiri perasaan ku sendiri. Bahwa ternyata aku merindukan lebaran di kampung. “ya Allah, aku ingin lebaran bersama keluarga di Pariaman, aku juga merindukan teman-temanku. Sudah satu tahun lebih aku tak berjumpa dengan mereka. Ya Allah berilah hamba kemudahan agar bisa lebaran di Pariaman.”

Ku pejamkan mata ini, berharap ketika aku membuka mata, ada keajaiban yang diberikan Allah kepadaku. Tiba-tiba, handphone ku bergetar. Ternyata ada pesan masuk. Ku baca sms yang tertulis di layar hp Motorola L-6 ku. “Yar, saya ikut mudik bareng kamu ya? Pakai bis kan? Pesenin tiket buat aku ya! (Banggi)”. Subhanallah,, ternyata doaku dijabah oleh Allah. Akhirnya aku bisa pulang!!! Aku dan Banggi mudik menggunakan bis NPM. Kami duduk paling depan. Kami berangkat pukul 9 pagi. Perjalanan ke Padang cukup lama. Lebih kurang dua hari dua malam. Tapi bagiku itu tidak masalah. Asalkan aku bisa lebaran di Pariaman. Lagi pula aku tidak sendirian. Ada Banggi yang menemani perjalanan mudikku.

“Hah!! Ternyata Padang sangat jauh! Sungguh membosankan di dalam bis. Pantatku sangat pegel sekali. Sudah bermacam gaya duduk ku coba. Tapi tetap tidak bisa menghilangkan kepenatan ini. Aku bosan sekali. Pemandangan sepanjang jalan Sumatra kurang bagus. Hanya semak belukar di kiri-kanan jalan. Uughh.. kapan ya aku sampai di rumah. Semoga kebosanan cepat berakhir”. Aku hanya bisa menggrutu dengan nasib yang kurang enak ini. Biarlah, walau aku penat dan letih, aku harus tetap semangat. Hanya ada satu cara untuk mengilangkan kebosanan, yaitu TIDUR! Ku fikir ini cara yang paling ampuh dari semua cara yang telah ku lakukan. Perjalanan serasa singkat karena aku menghabiskan waktu yang lama untuk tidur. Di sampingku, di belakangku, di kananku ternyata penumpang lainnya juga tidur.     

Minggu dini hari, aku dan Banggi sampai juga di Padang. Hati ini begitu riang. Akhirnya setelah melewati kepenatan, kebosanan, dan hal-hal yang gak enak lainnya, aku diberi kebahagiaan dengan meninjakkan kaki di tanah kelahiranku, Pariaman. Terima kasih Allah.

“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)”. (Ar-Rahman: 33)

 

Mahfud Achyar,

Jatinangor, 21:34

Senin, 20 Oktober 2008

    

 

 

 

 

 

Bookmark and Share
The End

Kutemukan Keluarga Baru disini.

October 21st, 2008

Bulan ini, September. Bulan puasa yang begitu indah. Aku merasakan puasa tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Dulu, mungkin aku sangat menunggu2 kapan buka puasa. Tapi sekarang,, rasanya tiap detik dan jam serasa begitu cepat. Alhamdulillah, aku tak terlalu merasa lapar dan haus ketika puasa. Entah kenapa hari2 berjalan begitu tak terduga.

Aku bangun pukul 2.45 pagi. Ku coba mengusap mata yang lelah ini. Berusaha sadar dari mimpi2 yang penuh dimensi. Aku tak pernah menemukan dimensi2 yang ditawarkan dalam tidurku itu. Entahlah.. ku fikir itu hanya rangkaian hidup yang tak jelas. Fatamorgana! Susah, susah sekali mata ini terbuka. Sepertinya setan2 masih bergelantungan dikelopak mataku. Ku paksaan mata ini terbuka karena ku yakin ada pertemuan yang luar biasa yang kudapati setelah ini. Perlahan, aku berjalan meninggalkan kenikmatan tidur. Bisik hatiku “ada yang lebih nikmat dari itu”. Kaki ini melangkah menuju kamar mandi. Ku ambil air yang dingin. Ku basuh muka ini. Subhanallah,, sejuk. Seolah2 ada jemari2 yang lembut membelai wajah ini. Aku sudah sadar. Saatnya kurasakan nikmat itu____________________________

Rasanya, aku ingin berlama-lama dengan-Nya. Meluapkan semua masalah2 yang terjadi dalam hidupku. Mengkristal bersama butiran2 doa yang kupanjatkan. Damai. Damai sekali. Aku baru sadar bahwa hidup ini begitu indah ketika kita mau mensyukuri nikmat2 yang telah dianugrahkan-Nya. “ya Allah, terima kasih atas nikmat2 yang senantiasa Kau berikan padaku. Ku bisa melihat, ku bisa berjalan, ku bisa mendengar semua atas izin-Mu. Aku tak ingin menjadi hamba-Mu yang kufur nikmat. Maka berilah rasa cukup itu padaku”.

Belakangan ini hari2 kuhabiskan dengan rutinitas rapat. Sepertinya “Rapat” telah menjadi rutinitas yang harus kujalani. Ya! Aku telah memilih untuk berkonstribusi tentu aku harus memberikan yang terbaik. Semoga apa yang telah kulakukan bernilai pahala. Amin. Aku senang bisa berada di BEM. Disini, AKU MENEMUKAN KELUARGA BARU. Aku belajar tentang banyak hal. Pertama, aku mulai mengerti bagaimana memposisikan diri semestinya. Kedua, aku bisa banyak tahu sifat dan karakter manusia yang unik dan luar biasa. Ketiga, aku merasa berguna.

 

Aku merasa beruntung karena bisa kenal dengan manusia unik seperti the uchie (mantri yang baik. Pengayom nusa dan bangsa-pent), the melz yang___________(bacaan khusus Kominfo),  ali, mares, rijal, fae, dista, sai, jaust, adit, chagie, indra. Mereka baik.

Rapat2 yang membosankan jadi begitu menyenangkan. Tawa, canda, haru dan motivasi menjadi menu utama perjalanan kami menapaki dunia bem yang keras ini. Bahagia ya, punya keluarga yang unik. Terkadang, sering masalah2 yang kami hadapi membuat hubungan kekeluargaan menjadi kurang harmonis. The Uchie pernah berstament seperti ini: “teman2, kalian capek dan bosan gak sih di Kominfo??”. Bagiku, tak ada masalah yang tak ada solusinya. Dengan semangat yang telah mengakar, teman2 Kominfo seraya berteriakdengan penuh semangat; “Tidak… kami gak capek!! Kami senang berada disini..

Finishing statement dari the melz: “teman2, kita berkarya di Bem dengan dua modal. Ikhlas dan senang dengan pekerjaan yang telah kita lakukan”. Kata the Uchi; “terus bergerak! Karena diam itu mati!”

 

Bookmark and Share
The End